Home

Berita dalam Gambar

Click on the slide!

Fakultas Teknik Terpilih Sebagai Pusat Unggulan Dunia Pengurangan Risiko Bencana Longsor

sumber: http://ugm.ac.id/index.php?page=rilis&artikel=4151 Fakultas Teknik UGM menerima penghargaan sebagai pusat unggulan dunia dalam hal pengurangan risiko bencana longsor berbasis masyarakat. Penghargaan sebagai World Center of Excellence for Community-based Landslied Disaster Risk Reduction diberikan oleh International Program on Landslide (IPL)and United Nation International Strategy for Disaster Risk Reduction. Penganugerahan penghargaan dilakukan bersamaan dengan konferensi bencana longsor yang dihadiri 80 negara di dunia, 3 Oktober 2011 di Kantor Pusat FAO, Roma. Selain itu, pada kesempatan tersebut IPL juga memberikan penghargaan kepada dua peneliti UGM Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D., (Teknik Geologi), dan Dr. Teuku Faisal Fathani (Teknik Sipil dan Lingkungan) yang dinilai berhasil dalam mengembangkan sistem peringatan dini longsor serta mengembangkan program pendidikan mitigasi bencana longsor di daerah rawan longsor dengan melibatkan mahasiswa KKN-PPM UGM. Ketua Jurusan Jurusan Teknik Geologi UGM, Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D., menyampaikan Teknik UGM berhasil bersaing dengan 42 penelitian tentang bencana tanah longsor yang berasal dari 30 negara di dunia. Dalam kesempatan tersebut dipilih tiga terbaik yaitu UGM, United State Geological Survey (USGS) yang bekerja sama dengan Canadian Geological State dan adalah Norwegian Geotechnical Institute. “ Waktu itu terdapat 44 penelitian longsor dari 30 negara di dunia. Setelah dievaluasi akhirnya dua penelitian kita tentang deteksi dini bahaya longsor dan KKN-PPM Mitigasi Bencana Longsor yang terpilih sebagai world center of excellent for community based landslide disaster risk reduction. Penelitian kami dinilai unggul karena dianggap visioner dengan melibatkan masyarakat dan generasi muda dalam deteksi dan mitigasi longsor," jelasnya Kamis (13/10) saat bincang-bincang dengan wartawan di UGM. Dwikorita menuturkan secara rutin setiap tahunnya jurusan melaporkan kegiatan penelitian mengenai pengurangan resiko bencana longsor di Indonesia. Hasil penelitian dilaporkan ke konsorsium penanganan lonsor dunia. “Mulai tahun 2009 lalu kami secara rutin mengirimkan laporan riset tentang pengurangan resiko bencana longsor di Indonesia ke International Consortium on Landslide,” papar Guru Besar Geologi UGM ini. Lebih lanjut Dwikorita mengatakan, dengan penghargan yang diperoleh, Jurusan Geologi UGM mengemban tugas menjadi koordinator negara-negara lain di dunia dalam upaya deteksi dan pengurangan risiko bencana longsor. “Sejumlah negara seperti China, India, Korea, Nepal dan Mexcio menyatakan berminat untuk belajar ke UGM mengenai pengurangan risisko bencana longsor ,” ungkapnya.   UGM sendiri, telah mengembangkan alat deteksi dini bahaya longsor (ekstensometer) yang dapat berbunyi beberapa jam sebelum terjadi tanah longsor. Ekstensometer akan berbunyi ketika tanah mengalami rekahan sekitar 5 cm. “Alat deteksi dini bahaya longsor ini dirancang sedemikian rupa sehingga memudahkan masyarakat untuk mengaplikasikannya di lapangan dan mengenali bahaya longsor," pungkas Dwikorita. (Humas UGM/Ika)

More...
Click on the slide!

Information Resources and Information Ethics

Pada hari Jumat, 30 September 2011, perpustakaan Geologi UGM mengadakan sosialisasi Sumber Informasi dan Etika Informasi kepada para mahasiswa S2/S3 Jurusan Teknik Geologi UGM yang berasal dari jaringan AUN-Seed Net. Informasi yang disampaikan berkaitan dengan perpustakaan geologi UGM, perpustakaan seputar UGM, sumber informasi yang dapat digunakan selama pendidikan serta etika informasi. Diinformasikan kepada para mahasiswa, bahwa UGM melanggan berbagai database. Misalnya EBSCO, Proquest dan lain sebagainya. Database tersebut dapat diakses dari wilayah UGM di url perpustakaan UGM. Selain itu, diinformasikan juga kepada mahasiswa bahwa Perpustakaan Geologi UGM mengelola koleksi digital, mulai dari buku digital, slide kuliah, presentasi mahasiswa dan lain sebagainya. Koleksi ini dapat diakses intranet UGM. Pada akhir sesi juga disampaikan mengenai etika informasi. Diharapkan dengan memahami penggunaan inforamsi secara benar di lingkungan akademik, akan dapat menurunkan angka plagiasi yang mungkin terjadi. Mahasiswa juga dipersilakan untuk mendaftarkan diri ke PPTIK UGM (http://pptik.ugm.ac.id) untuk mendapatkan akun email dan web gratis. Akun email ini nantinya dapat digunakan untuk mengakses database yang dilanggan UGM dari luar UGM. Kegiatan ini juga akan dilaksanakan untuk mahasiswa pascasarjana Reguler dan MGP.  

More...
Click on the slide!

Bangun Gedung Baru, UGM Perluas Pelayanan Perpustakaan

Sumber UGM YOGYAKARTA (KU) – Universitas Gadjah Mada (UGM) akan membangun lima gedung perpustakaan baru dengan menempati area seluas 13 ribu meter persegi di sekitar area Unit Perpustakaan Terpadu (UPT) Unit I, Bulaksumur. Pembangunan gedung tersebut ditargetkan selesai pada 2014 dengan menelan dana sekitar 56,7 miliar rupiah. Drs. Ida Fajar Priyanto, M.A., Kepala Perpustakaan UGM, mengatakan gedung yang berlokasi di sebelah selatan Kantor Pusat UGM tersebut nantinya dimaksudkan untuk memperluas pelayanan perpustakaan, terutama untuk koleksi digital dan penambahan fasilitas belajar bersama (learning community). Keseluruhan bahan bangunan gedung akan menggunakan bahan yang ramah lingkungan. Tidak hanya itu, masing-masing gedung akan dibangun taman atap (roof garden) sebagai tempat rekreasi bagi pengunjung perpustakaan. Menurut rencana, lima gedung yang disebut "lima klaster" akan terdiri atas 2 gedung bertingkat lima dan 3 gedung bertingkat tiga. "Untuk tahap pertama, dibangun dua gedung berlantai lima yang selesai hingga 2012," kata Fajar, Rabu (22/9). Ida Fajar menerangkan penambahan gedung baru nantinya diharapkan akan memperluas pelayanan perpustakaan bagi civitas akademika UGM. Dari sebelumnya, pelayanan perpustakaan adalah 0,5 meter persegi per mahasiswa, dengan adanya 5 gedung baru ini akan menambah perluasan pelayanan menjadi 0,7 meter persegi per mahasiswa. "Pelayanan perpustakaan UGM saat ini 0,5 per mahasiswa. Sudah melampui standar nasional, yakni 0,4 meter persegi," katanya. Kendati sudah melampui standar nasional, tingkat perluasaan pelayanan perpustakaan di UGM masih kalah dengan universitas bertaraf internasional di luar negeri. Untuk ukuran universitas bertaraf internasional, pelayanan perpustakaan sudah mencapai 1 meter persegi per mahasiswa. "Waktu studi banding ke beberapa negara, rata-rata yang sudah internasional sudah capai 1 meter persegi per mahasiswa," imbuhnya. Perilaku Mencari Informasi Berubah Diakui Ida Fajar, keinginan untuk menambah gedung perpustakaan baru telah menjadi keinginan pengelola perpustakaan sejak lama. Namun begitu, perluasan gedung baru ini bertujuan untuk menjawab perubahan perilaku mencari informasi (information behavior) pengunjung perpustakaan. "Tren cari informasi kini sudah berubah. Kalau dulu, mencari informasi lewat baca buku di perpustakaan, sekarang menggunakan laptop atau komputer. Mereka lebih banyak mengunduh buku digital. Akibatnya, pemanfaatan koleksi cetak sedikit berkurang, tapi koleksi digital bertambah," jelasnya. Di ruang baca koleksi digital setidaknya diperlukan fasilitas yang cukup memadai, terutama untuk peralatan komputer dan ruang akses bagi pengunjung melalui notebook dan laptopnya sendiri. Dengan demikian, pusat terminal komputer yang dibutuhkan jauh lebih banyak. "Ruang untuk ini dibutuhkan lebih besar. Apalagi mahasiswa lebih suka belajar bersama-sama. Nantinya, di gedung baru akan banyak ruang-ruang kecil untuk tempat diskusi dengan fasilitas IT (information technology)," tambahnya. Kecenderungan belajar berkelompok ini pula yang menginspirasi pengelola UGM untuk mendesain ruang-ruang di gedung perpustakaan kelak dengan fasilitas taman rekreasi yang berlokasi di atap gedung. "Atap yang digunakan berupa rumput, bisa digunakan untuk bersantai di alam terbuka, sekadar baca buku atau mengunduh informasi lewat fasilitas hot spot," terangnya. Penambahan lima gedung baru tentunya secara otomatis menambah total luas gedung perpustakaan di UGM menjadi 17 ribu meter persegi. Luas ini sudah termasuk luas perpustakaan yang ada di 18 fakultas. Sebelumnya, Direktur Perencanaan dan Pengembangan, Dr. Ir. Adam Pamudji Rahardjo, M.Sc., dalam kesempatan bertemu wartawan beberapa waktu lalu juga sempat mengatakan pembangunan gedung perpustakaan baru sudah sejak lama direncanakan. Meskipun demikian, baru saat ini terealisasi karena UGM juga tengah membangun Rumah Sakit Pendidikan. "Kita perkirakan dalam 3-4 tahun ini gedung perpustakaan ini akan selesai," katanya. (Humas UGM/Gusti Grehenson)

More...
Perpustakaan Teknik Geologi UGM
Mengenal kawah Gunung Ijen yg terisi “air aki” PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 19 January 2012 04:02

Sumber: dongeng geologi

Quantcast

Kompleks Ijen, terletak di Jawa Timur dekat kota Banyuwangi, adalah sebuah ekspresi pusat aktivitas vulkanik di timur pulau Jawa. Kompleks Ijen ini merupakan sebuah kaldera yang sangat besar dengan sejumlah bangunan-bangunan vulkanik yang lain, diantaranya dikenal dengan nama Gunung  Ijen dan Gunung  Raung adalah yang paling aktif.

Kawah Ijen (Ijen crater) merupakan sebuah danau terbesar di dunia dengan derajat keasaman yang sangat tinggi (pH <0,5) dan juga terisi air yang telah mengalami mineralisasi volkanik. Juga terdapat sebuah solfatara permanen di tepi danau, yang terus-menerus menghasilkan belerang murni. Belerang ini ditambang oleh pekerja lokal. Sesekali juga terjadi ledakan akibat adanya kegiatan freatik, yang terjadi ditengah danau. Aktifitas freaktik ini ditengarai sebagai indikasi ancaman utama dan telah terjadi beberapa kali.

:( “Waah aseek, Pakde ngeblog lagi. Sudah lama kemana saja Pakdhe ?”

:D “Menjadi ketua umum IAGI itu banyak yang harus dikerjakan Thole. Tapi nanti aku dibantu nulis blog ya ?

:( “Beres Pakdhe, pertanyaan sudah menumpuk “

Yang ditulis tentang Kawah Ijen dalam dongengan  ini merupakan sebuah terjemahan yang dibuat oleh Commission of Volcanic Lakes (Komisi danau Vulkanik) yaitu sebuah komisi dari organisasi dunia IAVCEI (International Association of Volcanology and Chemistry of the Earth’s Interior).

Lokasi Gunung Ijen tentunya sudah tahu, kan ? Ya, lokasinya ada di paling ujung Timur dari Propinsi Jawa Timur. Lihat gambar diatas. Sebelum menelusuri Gunung ini tentunya perlu dimengerti sejarah terbentuknya dan peristiwa masa lalu dari Gunungapi Ijen ini.

Terbentuknya kaldera Ijen.

Genesa Kaldera Gunung Ijen ini dibuat pertama kali oleh Van Bammelen tahun 1941. Kemudian disempurnakan oleh beberapa penulis berikutnya. Dibawah ini gambaran terbentuknya Kawah dan Kaldera Ijen.

Tipe-tipe pembentukan kaldera gunung sudah pernah didongengkan juga disini : Pembentukan kaldera gunungapi

Kondisi pada Pra-kaldera (sebelum terbentuk kaldera),  tidak diketahui apa yang terjadi sebelum 300.000 tahun lalu, namun diperkirakan sudah terbentuk  Stratovolcano tunggal (Paleo Ijen) dengan perkiraan ketinggian 3500 m.  Gunung yang berisi lava dan pyroclastics ini berada diatas endapan berumur Miosen (12.5 juta tahun) yang berupa batu gamping.

Skematis sejarah kaldera Ijen menurut Van Bemmelen (1941) dan Sitorius (1990).

Pembentukan kaldera diperkirakan terkait dengan letusan dengan volume besar yang menghasilkan (~ 80 km3) endapan aliran piroklastik, yang mencapai ketebalan 100-150 m. Yang paling luas berada di bagian utara lereng  kompleks gunungapi ini.  Peristiwa ini diperkirakan terjadi beberapa waktu sebelum 50.000 tahun lalu, Ini disimpulkan berdasarkan pada analisa umur dari K-Ar (50 ± 20 ka) dari aliran lava dari Gunung  Blau yang dianggap menjadi unit pasca-kaldera tertua. Pada saat itu juga diperkirakan terjadi  pembentukan danau di lantai kaldera. Danau sedimen yang terdiri dari serpih, pasir dan saluran sungai endapan yang terkena di daerah utara dekat Blawan.

Kegiatan vulkanik pasca pembentukan kaldera diantaranya  fase letupan phreatomagmatic, freatik, strombolian dan Plinian yang menghasilkan kerucut lingkaran, yang umumnya berupa bangunan-bangunan komposit, dan kerucut dalam, yang sebagian besar adalah dibangun oleh material abu vulkanik. Gunung berapi ini menghasilkan abu vulkanik muda dan kerucut scoria (batu apung), serta lava, endapan aliran piroklastik dan endapan material hasil longsoran dan puing-puing yang sekarang mencakup aliran kaldera. Menurut Sitorus (1990) penanggalan radiokarbon dari endapan aliran piroklastik menghasilkan umur> 45.000  BP (di Jampit) 37.900 ± 1850 (di Suket), 29.800 ± 700 (di Ringgih), 24.400 ± 460 (di Pawenen Tua), 21.100 ± 310 (di Malang) dan 2.590 ± 60 (di Ijen).

:( “Wah hebat ya Pak Sitorus ini, Pakdhe. Setelah diketahui usianya bisa dirunut bagaimana pembentukannya, ya ?”

:D “Ya ini cara utama para ahli geologi adalah dengan mengetahui umurnya kemudian membuat cerita sesuai urutannya atau disebut kronologis (chrono = urutan). Setelah itu dibuat cerita terbentuknya yang disebut genesa pemebntukan dan perkembangannya”.

Catatan Aktivitas letusan Ijen

Kegiatan vulkanik yang tercatat ini adalah terbatas pada gunung berapi Ijen, yang memiliki kandungan asam di kawah danaunya,  setidaknya merupakan catatan dalam 200 tahun terakhir. Letusan bersejarah yang terdokumentasi ini tidak mencacat munculnya anak-anak produk magmatik tetapi terutama hanya freatik.

Berikut ringkasan didasarkan pada Kusumadinata (1979) dan Laporan Kegiatan Vulkanik dari Smithsonian Institution Program Global Vulkanisme:

  • [1796] terjadi letusan freatik
  • [1817] 15-16 Januari: Letusan freatik (banjir lumpur menuju Banyuwangi, cukup besar volume air danau dibuang ke Sungai Banyupahit)
  • [1917] 25 Februari – 14 Maret: danau tampak mendidih; letusan freatik berulang, lumpur dilemparkan hingga 8-10 m di atas permukaan danau.
  • [1921-1923] Peningkatan suhu air danau; uap gas di atas permukaan air danau.
  • [1936] 5-25 November 1936: Letusan freatik lahar memproduksi mirip dengan 1796 dan 1817
  • [1952] 22 April 1952: letusan uap sampai 1 km tinggi, lumpur dilemparkan hingga 7 m di atas permukaan danau
  • [1962] 13 April 1962: 7 m erupsi tinggi; gas gelembung di permukaan danau, sekitar 10 m dengan diameter
    18 April: gelembung air hingga 10 m tinggi, perubahan cat air
  • [1976] 30 Oktober: air mendidih pada Silenong selama 30 menit
  • [1991] 15,21,22 Maret: gelembung air dan mengubah warna air, gas yang tinggi 25-50 m pencurahan pada kecepatan tinggi; kegiatan ini tercatat sebagai gempa seismik antara 16 dan 28 Maret.
  • [1993] 3,4,7 Juli dan 1 Agustus: letusan freatik, perubahan warna air danau, Pencurahan, kebisingan booming, uap menggumpal, semua terpusat di tengah danau
  • [1994] Februari 3: letusan freatik kecil dari bagian selatan danau. Bersamaan dengan letusan, tingkat danau naik ~ 1 m.
  • [1977] Akhir Juni 1997: periode aktivitas seismik meningkat, perubahan warna air danau; gas gelembung dan daerah sampai dipipinya; kuat bau belerang; burung terlihat jatuh ke air, satu atau lebih pekerja belerang dekat puncak melaporkan pusing dan sakit kepala.
  • [1999] 28 Juni: letusan freatik di dua lokasi. Sebuah ledakan yang menyertainya terdengar di pertambangan belerang km 2 situs dari puncak dan tremor vulkanik direkam dengan amplitudo 0.5-1 mm. Minggu berikutnya, 06-12 Juli, kuning abu-abu emisi sulfur yang diamati dari kawah dan keras “jagoan” terdengar suara. Air danau kawah adalah putih kecoklatan dan telah mengambang menggumpalkan belerang pada permukaan. Kegempaan meningkat dimulai pada awal April. Jumlah tipe B acara tetap tinggi (lebih dari 34/week) untuk sebagian periode melalui pertengahan Juni. Kemudian secara bertahap menurun kegempaan sampai pertengahan Juli, setelah mana jumlah mingguan B-jenis acara tetap stabil pada rata-rata 9/week. Selama periode 18 Mei sampai pekan yang berakhir pada tanggal 21 Juni sebuah “abu membanggakan putih” naik 50-100 m.

Danau Air Aki yang paling berbahaya !

Profil Kaldera Ijen

Terlepas dari potensi bahaya lahar, telah telah dikenal sejak lama bahwa sifat asam dari air juga menghasilkan masalah lingkungan. Pada tahun 1921 dibangun sebuah bendungan untuk mengatur tingkat air, tetapi ternyata air telah merembes melalui dinding berpori, dan menyebabkan hulu sungai menjadi asam sepanjang 40 km panjang. Hal ini terjadi setelah adanya rekahan di dalam kaldera itu menyebabkan air menerobos tepi kaldera dan mencapai hunian penduduk di dataran aluvial sebelum mencapai Laut Jawa. Di daerah ini, hampir semua air sungai yang asam digunakan untuk irigasi. Perkebunan kopi yang luas menutupi sebagian besar dari dataran tinggi di dalam kaldera.

Danau kawah dan sekitarnya selain berbahaya juga membuat taman alam dengan keindahan unik yang membentuk pemandangan yang juga sangat unik. Bersama dengan sumber air panas dan air terjun di tangkapan kaldera, daerah ini juga menarik  wisatawan.

Yang perlu juga dimengeri bahwa air danau ini mencemari lingkungan. Ini merupakan bentuk pencemaran alami bukan oleh ulah manusia.

:( “Oooh, jadi pencemaran itu bisa terjadi karena alamiah ya Pakdhe?”

Danau Kawah

Peta Kedalaman Kawah Ijen (disurvey tahun 1996 oleh Takano.

Danau Kawah berada pada ketinggian (2200 m dpl) memiliki bentuk oval yang teratur (600 x 1000 m), luas permukaan 41 x 106 m2 dan volumenya diperkirakan antara 32 dan 36 x 106 m3. Pada tahun 1921 dibangun bendungan oleh Belanda untuk mengatur tingkat air dan mencegah melimpah bencana selama musim hujan. Awalnya pintu air yang digunakan tetapi ini konstruksi tetapi sekarang tidak dapat dioperasionalkan lagi karena danau ini bocor !. Kesamaan antara peta topografi 1920 (Kemmerling, 1921) dan 1994 (VSI) menunjukkan bahwa morfologi kawah tidak banyak berubah di terakhir meskipun sejarah peristiwa letusan freatik telah terjadi berulang-ulang. Sebaliknya, morfologi dasar danau kawah telah mengalami perubahan yang signifikan. Kedalaman soundingpada tahun 1925 mencatat kedalaman maksimum 198 meter pada titik terdalam, yang kemudian berada di sebelah timur dari pusat. Pada tahun 1938 titik terdalam telah bergerak ke barat dengan hasil bahwa danau lebih dalam di pusat (~ 200 m) dan di beberapa titik di bagian barat. Pengukuran kedalaman terbaru yang dilakukan pada tahun 1996 (Takano, data tidak dipublikasikan) menunjukkan bahwa kedalaman maksimum sedikit ber kurang.

:( “Wadduh kalau keasaman air biasa itu kan 7 Pakdhe, kalau air danau ini berapa ?”

:D “Keasaman air danau ini dibawah 0,5 hingga sangat kecil tak terukur atau Nol. Ini artinya sangat asam. Kalau terkena kulit gatal, sangat membahayakan dan dalam konsentrasi rendahpun kalau diminum menyebabkan karies atau kerusakan gigi. Jadi kalau ada perintah atau amaran untuk menyingkir dari petugas ya menyingkir saja ya, Thole”

Mengapa Danau ini sangat Asam ?

Proses kimiawi pembentukan air asam Danau Kawah Ijen yang dibuat oleh Bernard (tidak dipublikasikan)

Reaksi-reaksi akibat interaksi air dengan batuan panas hasil bekuan magma serta uap-uap magma dalam suhu tinggi ini terjadi dan menyebabkan keasaman tinggi dari air danau.

Secara sederhana danau Kawah Ijen dibuat oleh  A. Bernard (tidak diterbitkan) digambarkan disebelah ini.  Menurut Bernard, air danau dengan kandungan  kimia ini ditentukan oleh volatil magmatik, interaksi batuan dan cairan, penguapan air danau, pengenceran oleh air meteorik dan daur ulang danau air melalui rembesan ke dalam sistem hidrotermal bawah permukaan.

Danau ini bertindak sebagai kimia kondensor untuk bahan yang mudah menguap dan juga sebagai perangkap panas kalorimeter yang dipasok oleh reservoir magmatik dangkal. Volatil magmatik dapat disuplai oleh sistem danau kawah berupa  injeksi langsung berupa  semburan uap magmatik (SO2, H2S, HCl dan HF) melalui rekah-rekah yang berhubung dgn dasar fumarol atau melalui air asin panas yang masuk di dasar danau.

Dengan demikian  interaksi air hujan, panas, kimiawi batuan, serta semprotan uap magma bercampur-baur dan dimasak menjadi air danau yang sangat asam.

:( Wah Pakdhe, jadi air danau ini bisa dipakai untuk air aki ya ?”

:D “Whadduh bukan menjadi air aki, tetapi keasaman air ini melebihi keasaman air aki. Kalau kena kulit bisa melepuh. Hati-hati !”

Sumber :  Commission of Volcanic lakes (CVL)Commission of the IAVCEI (International Association of Volcanology and Chemistry of the Earth’s Interior).

Tulisan terkait :

 
GEOLOGY AND GEOCHEMICAL CHARACTERISTICS OF MESOZOIC GRANITOID ROCKS AND ASSOCIATED MINERALIZATION FROM THE WESTERN KALIMANTAN ISLAND, INDONESIA PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 28 December 2011 04:27

 

THESIS SUMMARY
Kyaw Linn Zaw

09/294126/PTK/06425)

The study area is located in the western part of Kalimantan, between the latitude 2º 15’S to 2º 15’N, and longitudes 108º 55’ and 113º 10’E. The six administrative districts within the study area are administered respectively from the towns of Sanggau, Singkawang, Sambas, Pontianak, Ketapang and Nangapinoh. Kalimantan can be divided into several roughly E-W trending tectonic provinces. The northern portion of the island is dominated by the Cretaceous and Eocene to Miocene geological units. The Schwaner Batholith itself is a triangular exposure of Cretaceous granitic rocks which intrude into Paleozoic and Mesozoic volcanics, volcaniclastics, and marine sediments.

The main purpose of this research workis to understand the geology and geochemical characteristics of granitoid rocks of the area and to establish the relation of its rocks with association of mineralization in the area. The analytical methods such as petrography, ore mineralogy, X-ray Fluorescence (XRF) and Inductively Coupled Plasma Mass Spectroscopy (ICP-MS) have been conducted for this research.
The granites, granodiorites, tonalites, quartz monzonites, and quartz monzodiorites of the western Kalimantan area have calc-alkaline fractionation trends that are consistent with magmas formed at volcanic arc setting. Characteristics vary slightly between samples but generally have I-type signatures. Normalized trends and tectonic comparisons for REE suggest that the granitoid rocks from the area are the crystallization product of an initial partial melting of any combination of volcanic-arc environment and active continental margins.
Mineralizations are mostly associated with Cretaceous granites bodies and some are related with younger Miocene intrusive rocks which are mostly occured along the marginal parts of granite plutons. It is also related with structural control that can be seen at the deposit scale. This mineralization displays both of the shallow level to deep level environments. Potential mineralizations have the highest copper grade of 26,500 ppm, zinc 369,000 ppm, lead 216,000 ppm, silver 1,580 ppm, cassiterite 31,200 ppm and manganese 10,100 ppm. Other base element nickel (Ni) and chromite (Cr) have low contents, in which the highest grade for nickel is only 20 ppm and chromite is merely 290 ppm.

Last Updated on Wednesday, 28 December 2011 04:29
 
KAJIAN GEOLOGI TEKNIK UNTUK KEPENTINGAN MILITER PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 28 December 2011 04:24

Referat

NURWACHID PUTRAYANA  08/268652/TK/33975

Pemanfaatan geologi yang diketahui pertama kali untuk penilaian medan peperangan terjadi di Katzback pada 1813 dan berkonstribusi dalam mengalahkan Tentara Napoleon. Semenjak itu, sebagian besar kegiatan militer besar mulai memanfaatkan ahli siasat geologi untuk mengevaluasi medan dan roman-roman atau menjalankan aksi peperangan secara langsung. Nilai pengalaman ahli geologi dikenal dalam buku-buku seperti penerapan militer geologi pada 1859 dan 1885 dan terbitnya “Militargeologie” pada 1913 oleh perwira Angkatan Darat Jerman.
Selama Perang Dunia I, data geologi mulai tersedia pada peta-peta khusus untuk
lalu-lintas dan pergerakan perbekalan, kendaraan dan personil, mengidentifikasi air dan sumber material-material konstruksi, merencanakan dan mendesain benteng pertahanan di permukaan tanah dan di bawah tanah, dan memimpin peperangan bawah tanah dengan susur terowongan. Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (1917–1918) menyiapkan peta geologi teknik pertama kali untuk keperluan peperangan dan konstruksi bangunan lapangan. Seluruh pasukan menyatakan pentingnya geologi terkait perang untuk sesumber, strategi, dan pemahaman karakteristik medan peperangan untuk siasat dan penyerbuan.
Petunjuk lapangan tertulis bagi Geologi Militer (Wehrgeologie) diterbitkan oleh Angkatan Darat Jerman pada 1938. Penilaian geologi untuk wilayah peperangan yang potensial dan roman-roman startegis menjadi makin bertambah penting selama Perang Dunia II, sebagai contoh, peta topografi Jerman sebelum perang
yang memuat Afrika Utara dengan lokasi sumber air dan wadi, rintangan berupa dinding curam yang mempengaruhi pergerakan kendaraan bermesin. Satuan Geologi Militer Amerika Serikat menyiapkan folio-folio geologi untuk kegiatan di Eropa Selatan dan seluruh wilayah Kepulauan Pasifik. Satuan Geologi Militer Inggris menyediakan peta dan penasehat geologi untuk kegiatan di Eropa Barat.
Perbaikan infrastruktur-infrastruktur geologi tanpa henti membantu sejumlah kegiatan seperti pemilihan lokasi pendaratan pesawat dan lapangan terbang, pelabuhan pantai dan pendaratan darurat, lokasi dan konstruksi instalasi  perlindungan permukaan dan bawah tanah. Hal yang serupa dengan pekerjaan ini,
sebagai contoh, pelabuhan untuk pendaratan Normandy. Geofisika militer menjadi penting bagi tujuan kelautan, sebagai contoh, pengembangan magnetik dan ilmu bunyi bagi tambang aktif, menelusuri Kapal Selam U milik Jerman dan menyediakan peta bawah samudera dan endapan-endapan, teknik-teknik
pengindera panas udara dalam mengidentifikasi pergerakan pada Era Vietnam di bawah lebatnya hutan. Selama 1940-an dan 1950-an, prinsip-prinsip dan teknik- teknik ilmu kebumian dimanfaatkan pada suatu skala baru bagi tujuan militer dan keteknikan.
Penelusuran terowongan yang berhasil dilakukan oleh Angkatan Bersenjata Serikat pada Perang Sipil dan oleh Inggris pada Perang Dunia II, meginspirasi suatu persenjataan dalam penyerangan besar Korea Utara pada 1950-an.
Terowongan penyusupan banyak ditemukan pada saat ini di bawah Zona Demiliterisasi atau Demilitarized Zone (DMZ) dan Korea Selatan. Cabang Geologi Militer tetap, Badan Survei Geologi Amerika Serikat (1946),
mempelajari lokasi uji atom di Pasifik dan Nevada. Penelitian oleh Kesatuan Insinyur Angkatan Darat Amerika Serikat dan Kesatuan RAND memimpin desain dan konstruksi instalasi-instalasi bawah tanah pada 1960-an. Ahli kebumian menginterpretasi peledakan nuklir Rainier (1957) dan membedakan antara
ledakan nuklir dan peristiwa gempa. Proyek Keamanan Nasional ini (1957–1966) bergantung pada sejumlah prinsip-prinsip dan teknik-teknik ilmu kebumian, dan program Plowshare dari 1960-an yang menyesuaikan database ini untuk sejumlah kekuatan militer dan keperluan industri.
Upaya geologi selama Era Vietnam dalam perang gerilya yang tersebar luas mengharuskan suatu kelompok membentuk pendekatan dengan membuat foliofolio dan peta topografi oleh satuan geologi terpusat. Fungsi-fungsi geologi secara luas terfokus kembali dari kekuatan pertempuran angkatan bersenjata terhadap
Agen Intelijen Pertahanan pada 1970-an. Banyak Proyek Keamanan Nasional melayani penegakan militer dan bergantung pada prinsip-prinsip ilmu kebumian.

 
Malam reuni Teknik Geologi UGM 3 Desember 2011 PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 28 December 2011 04:12

Dr. Sugeng Sapto Surjono, Ketua Jurusan Teknik Geologi UGM memberi sambutanAlumni, dosen, mahasiswa dan juga karyawan Teknik Geologi UGM berkesempatan kembali melepas rindu dan bernostalgia di kampus Teknik Geologi UGM.

Acara ini merupakan acara penutup dari rangkaian acara dies HMTG (Himpunan Mahasiswa Geologi UGM) yang sebelumnya diawali dengan beberapa kompetisi berlevel nasional serta seminar nasional dan pelepasan purna tugas dosen Teknik Geologi UGM.

Pada acara reuni ini, tampak para dosen yang purna tugas yaitu: Ir. Suharyadi, MS., Ir Ign. Sudarno, dan juga Ir. Soetoto. Sebagai wujud terimakasih kepada para purna karya, alumni menyerahkan kenang-kenangan kepada ketiga dosen purna karya. "Kenang-kenangan ini bermula dari BBM-an antar beberapa alumni, dan akhirnya kami bersepakat "patungan" dan salah satu menjadi wakil hadir dan menyerahkan langsung pada malam ini, terimakasih atas semua bimbingan para dosen sehingga kami menjadi seperti sekarang ini" ungkap salah satu alumni saat menyerahkan cinderamata.

Alumni yang datang berasal dari berbagai institusi di Indonesia, baik institusi akademik, pemerintah maupun perusahaan geologi. Suasana akrab ditandai dengan berbagai suguhan kesenian dari para mahasiswa AUN-Seed/NET. Mahasiswa ini menunjukkan kebolehan mereka dengan membawahan berbagai tarian dan lagu  khas dari Myanmar, Kamboja, Vietnam dan juga Laos lengkap dengan busana daerahnya.

Selain itu, tampak alumni dan purna karya juga berkenan menyumbangkan lagu dengan diiringi riuh tepuk tangan para penonton.

Acara menjadi lebih nikmat dengan adanya suguhan makanan khas Yogyakarta, diantaranya gudeg, sate, bakmi jawa serta tidak ketinggalan wedang ronde dan makanan ala angkringan.

Ir. Ign. Sudarno, salah satu dosen purna tugas

Pertunjukkan dari mahasiswa Internasional

Menikmati hidangan

Last Updated on Wednesday, 28 December 2011 04:31
 
Information Resources and Information Ethics PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 03 October 2011 02:28

Pada hari Jumat, 30 September 2011, perpustakaan Geologi UGM mengadakan sosialisasi Sumber Informasi dan Etika Informasi kepada para mahasiswa S2/S3 Jurusan Teknik Geologi UGM yang berasal dari jaringan AUN-Seed Net.

Informasi yang disampaikan berkaitan dengan perpustakaan geologi UGM, perpustakaan seputar UGM, sumber informasi yang dapat digunakan selama pendidikan serta etika informasi.

Diinformasikan kepada para mahasiswa, bahwa UGM melanggan berbagai database. Misalnya EBSCO, Proquest dan lain sebagainya. Database tersebut dapat diakses dari wilayah UGM di url perpustakaan UGM. Selain itu, diinformasikan juga kepada mahasiswa bahwa Perpustakaan Geologi UGM mengelola koleksi digital, mulai dari buku digital, slide kuliah, presentasi mahasiswa dan lain sebagainya. Koleksi ini dapat diakses intranet UGM.

Pada akhir sesi juga disampaikan mengenai etika informasi. Diharapkan dengan memahami penggunaan inforamsi secara benar di lingkungan akademik, akan dapat menurunkan angka plagiasi yang mungkin terjadi. Mahasiswa juga dipersilakan untuk mendaftarkan diri ke PPTIK UGM (http://pptik.ugm.ac.id) untuk mendapatkan akun email dan web gratis. Akun email ini nantinya dapat digunakan untuk mengakses database yang dilanggan UGM dari luar UGM.

Kegiatan ini juga akan dilaksanakan untuk mahasiswa pascasarjana Reguler dan MGP.

 

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Next > End >>

Page 1 of 9